SENSOR API
1.Tujuan[KEMBALI]
- Merangkai rangkaian dengan menggunakan sensor flame atau api- Menguji rangkaian sensor api apabila mendeteksi api
2.Alat dan bahan [KEMBALI]
- photodioda- led- red
- ground
- op-amp
- pot g
- resistor
3.Pengertian [KEMBALI]
Pengertian
Sensor
Sensor
adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis,
panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor sering
digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau
pengendalian. Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat
melakukan pengukuran atau pengendalian.
Flame Detector
Flame
detektor akan bekerja untuk mendeteksi bila terjadi percikan api di suatu area
pantauannya. Biasanya bekerja berdasarkan perubahan warna atau cahaya (optical
sensor) dan ionisasi di suatu area yang berpengaruh pada sensor
.Jenis
Flame Detector yang bekerja dengan sistem optical sensor:
- Ultraviolet (UV) Flame Detector: bekerja dengan panjang gelombang lebih pendek dari 300 nm. Detektor ini mendeteksi kebakaran dan ledakan dalam waktu 3-4 milidetik karena radiasi UV yang dipancarkan pada saat terjadi percikan api.
- Near Infrared Array Flame Detectors: juga dikenal sebagai detektor api visual, menggunakan teknologi pengenalan api untuk mengkonfirmasi timbulnya api dengan menganalisis dekat radiasi IR melalui array pixel dari sebuah charge-coupled device (CCD).
- Infrared (IR) Flame Detectors: detektor api yang bekerja dalam spektrum pita inframerah. Gas panas memancarkan pola spektrum tertentu di wilayah inframerah, yang dapat dirasakan dengan kamera thermal imaging khusus (TIC), jenis kamera ini dikenal juga sebagai kamera thermographic
- IR3 flame detectors: bekerja dengan membandingkan tiga band panjang gelombang tertentu dalam IR wilayah spektrum dan rasio mereka satu sama lain.
4.Gambar rangkaian [KEMBALI]
5.Prinsip kerja [KEMBALI]
Pada rangkaian sensor api diatas menggunakan prinsip Komparator, Tegangan sensor photodiode yang masuk ke input inverting (V-) IC LM324/LM393 diperoleh menggunakan persamaan pembagi tegangan. Sedangkan Trimpot untuk mensetting nilai tegangan input non inverting / tegangan refrensi (V+) dalam hal ini digunakan sebagai sensitivitas sensor fotodioda. Tegangan output dari komparator masuk ke port mikrokontroler dan diberi indikator led. Setelah di uji coba sensor fotodioda ketika mendeteksi api, lampu indikator led mati atau logika Low (0). sedangkan jika fotodioda tidak mendeteksi api, lampu indikator led menyala atau logika High (1). Jika tidak menggunakan rangkaian komparator sebenernya juga bisa, dengan memanfaatkan fitur ADC pada mikrokontroler, sehingga sensor fotodioda cukup di rangkai dengan prinsip pembagi tegangan. Tapi kalau dalam robot KRPAI saya lebih memilih sensor fotodioda di rangkai menggunakan prinsip komparator, hal ini di karenakan untuk mengurangi beban kerja dari mikrokontroler yang sudah terprogram utk algoritma memadamkan api. Tambahan satu lagi, sensor api menggunakan fotodioda ini sebaiknya di beri shield / pelindung agar bisa fokus utk mendeteksi api dan tidak terpengaruh cahaya luar,.prinsip kerja rangkain
Kelebihan
flame sensor
-Mampu
medeteksi adanya api sehingga dapat langsung ditangani
-Mencegah
terjadinya kebakaran dengan adanya peringatan dari detector itu sendiri
-Dapat
digunakan untk memantau bentuk api dalam industri yang memproduksi seperti
semen dan logam .
7.Link download [KEMBALI]
- Link download rangkaian Disini
- Link download video Disini
6.Video rangkaian [KEMBALI]
7.Link download [KEMBALI]
- Link download rangkaian Disini
- Link download video Disini





Tidak ada komentar:
Posting Komentar